Another Templates

Thursday, 10 May 2012

Catbus - Ghibli Clay part 1

akhirnyaa... berhasil nyuri waktu untuk bersenang-senang sebentar. setelah lama tertunda akhirnya si ghibli clay bisa selesai juga. well, baru bagian catbusnya aja sih, tapi lumayan ada kemajuan kan? hehehe...

sketching dulu...

skala tangan

color preparation

skala kepala dengan badan

skala kepala dengan ekor

Satukan semuanya, kemudian...

Taraaaa... The Catbus!
Title: The Catbus
Material: Soft clay (AMOS)
size: 6x4 cm

next... totoro and friends! ^_^

Thursday, 19 April 2012

Ghibli Clay Sketch

April's post!

terlalu banyak kejadian yang terjadi di bulan april, di antaranya harusnya bisa jadi bahan untuk mengisi blog animasiproject dan webisode (cek aja my blog, blog-blog terlantarkan...-_-....).

nah, kejadian-kejadian itu juga lah yang membuat jadwal blogging yang seharusnya diisi dengan art work: ghibli clay (lihat sketsa di bawah ini)


berubaaaah..... menjadi sebuah sketsa di bawah ini:


*menghela nafas* nyebur kelaut, semoga laut baik-baik saja...

Tuesday, 27 March 2012

Bunga

Merah berbalur orange di tengah setiap helai kelopak mahkota. Putik kuningnya menjuntai tenang. Serbuk sarinya menunggu angin, siap terbang. Ribuan bunga sepatu melingkarinya. Bunga tidur di padang luas di bawah langit sore.

Perlahan-lahan angin berhembus. Satu persatu serbuk sari terbang melintas di wajah Bunga. Dia masih terlelap.

Lama-kelamaan suara angin semakin keras. Ribuan serbuk sari rontok kemudian terbang menyerbu Bunga. Titik-titik kecil serbuk sari menempel di pipi Bunga dan kemudian terbang dengan cepat, sehingga meninggalkan luka sayatan. Suara bising angin pun mulai terasa sangat mengganggu. Senyum kecilnya pun menghilang, matanya mulai merasakan ketidaknyamanan. Langit yang tadinya cerah, mendadak mendung sehingga gelap membayangi mata Bunga. Bunga membuka matanya.

SEBUAH BUNGA SEPATU BESAR.

Disela-sela angin ribut, serbuan serbuk sari, mata Bunga membesar, mulutnya terbuka lebar, tapi tenggorokkannya tercekat tidak bisa mengeluarkan suara. Badannya bergetar merinding ketakutan. Dia mencoba mengangkat tangan dan kakinya, tapi tidak berhasil. Dadanya berdegup kencang. Bunga sepatu besar yang menyeramkan itu sudah tepat berada di atas wajahnya. Bunga sudah kehabisan nafas. Dia memejamkan matanya dan kembali mencoba berteriak kencang.

"AAAAAAAAAAAAA............"

Bunga terhenyak, terbangun. Satu-satunya suara adalah detak jarum jam yang menarik perhatiannya, selebihnya hening. Nafasnya terengah-engah. Dia hanya merasakkan sakitnya jarum infus yang terpasang di tangan kirinya, sementara tangan kanan dan kedua kakinya penuh gips dan perban. Bunga mencoba mengangkat kepalanya, tapi tertahan oleh penyangga di lehernya. Nafasnya mulai teratur, denyut jantungnya mulai melambat. Bunga memperhatikan ruang rawatnya, dia pun teringat bahwa dia baru saja menabrakkan mobilnya di toko bunga sepatu.

Selesai.

Friday, 13 January 2012

Kucing Dodonpa

Ini sebuah kisah mengenai kucing cokelat yang pandai memasak. Dia tinggal di loteng sebuah rumah milik nenek tua dengan tujuh cucu. Walau penghuni rumah itu banyak, Dodonpa selalu merasa kesepian. Karena anak-cucu nenek tua tersebut tidak pernah ada di rumah. Sementara nenek tua itu sudah terlalu tua untuk bermain bersamanya.

Dodonpa menjilat kaki depannya sambil memperhatikan nenek tua yang kini tidak pernah lepas dari kebaya encim hitamnya dan selalu duduk di depan televisi. Dulu dia selalu berhasil mengagetkan nenek tua itu. Karena kaget itulah, kemudian si nenek memanggilnya dengan sebutan Kucing Dodonpa.

Sekarang Dodonpa sudah hampir tidak pernah berhasil mengagetkan siapapun. Kerjanya hanya turun untuk mengambil makanan yang tidak pernah dimakan, kemudian dia masak ulang di atas loteng. Yap, masak ulang. Karena masakan di rumah itu hanya sebatas goreng atau rebus. Dan itu juga tidak pernah matang.

Dodonpa memakai celemek kesayangannya. Sebuah kain perca sisa handuk. Kali ini dia akan memasak ala Korea, Kimchi super pedas. Walau dia tahu, bahwa bulunya akan meregang karena kepedasan, dia suka masakan pedas. Sambil menjulurkan lidahnya yang merah dan bulunya yang seperti tersetrum, Dodonpa duduk di atap rumah. Matanya memperhatikan kucing-kucing kurus di sekitar rumah. Dia kemudian berpikir, mengapa mereka kelaparan sementara dia bisa makan sushi setiap hari?

Hujan turun deras. Dodonpa langsung masuk ke dalam loteng untuk segera memasak. Kali ini dia membuat soup macaroni dalam panci besar (yang sebenarnya terbuat dari ember besar penadah hujan di bawah atap yang bocor). Namun, kemudian dia kebingungan bagaimana caranya membawa masakannya ke jalan raya?

Langit semakin gelap, gemuruh hujan dan petir membuat Dodonpa semakin bersemangat. Dia ingin mendapatkan teman baru. Dia susun semua barang yang ada di loteng dan di rumah itu menjadi sebuah tangga. Tangga yang menghubungkan antara loteng, ruang tv dan pintu keluar. Susah payah dan sedikit berisik, Dodonpa membawa panci masakannya turun ke bawah. Nenek tua itu masih serius menatap layar televisi yang gelap.

Dodonpa tiba di tepi jalan dengan masakannya. Hujan mulai reda. Dia tersenyum menunggu dua puluh kucing kurus menghampirinya. Sinar bulan menyeruak dari balik awan mendung, malam itu. Senyum Dodonpa menghilang. Kucing-kucing kurus itu menghiraukan masakannya. Dodonpa menyodorkan panci besar pada mereka, tapi kucing-kucing itu melompat memojokkannya.

Sisa petir menggelegar menyinari kubangan air yang merefleksikan rupa Dodonpa yang sebenarnya. Seekor tikus besar. Dia baru sadar bahwa dia bukanlah teman dari kucing-kucing itu. Ternyata nenek tua itu terlalu tua untuk membedakan kucing sungguhan dengan dirinya tikus sebesar kucing, karenanya dia memanggilnya kucing Dodonpa, sesuatu sebesar kucing dan mengaggetkan.

Dodonpa pasrah terhadap keadaan. Dimana seekor tikus besar dan lezat terkepung kucing-kucing kurus yang kelaparan.


note:
terinspirasi 'ratatouille' dan 'fantastic mister fox'.

Wednesday, 4 January 2012

The Journey of a Sea Turtle

At the end of 2011, me and my family went to Ujung Genteng, West Java, Indonesia. Here are some picture of it. Some great place to hunt pictures ^_^

1. Maggosteen break around the road of Surade Village


 2. Loji Beach - Kwan im Monastery (Budhist Temple)

peaceful little monk...

the dragon teeth ready to catch the visitors!

how great is it praying in such beautiful view? you'll never know!

Me staring at the Loji Beach. (too shy to look at the camera *blushed*)
 3. Sea Turtle Conservation at Ujung Genteng - A very beautiful beach on south west Java

New born Sea Turtles.. cute babies...

we're ready to help you free!

be strong! go fight!

my cousin were sad she didn't bring her surf board. the wave there are amazing!

But my other cousin had his change to be the king of the ocean, Poseidon! haha...

this is the main gate of the conservation, bye bye... i'll be back *_^...
 4. Cikaso Waterfall! ^_^

isn't that nice taking picture with my lovely mom? ^_^
I wonder why there's a deer on a waterfall?

do you know the myth of three waterfalls?

People used to write their journey detail on their blog whenever they went travelled. But I think the pictures above has said pretty much everything. ^_^

I would, I meant, I really really would like to go back there. So, if there's anybody wanna go there, pleaseeeeeeeeee..... ask me to join your journey!
(I'll be really helpful, trust me ^_^)

Note: Next time I go there I'll put Buni Ayu Cave on my itenerary! what is Buni Ayu Cave? that's is secret i never tell, xoxo... hehehe


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More